Inilah Orang Indonesia Yang Menciptakan Lagu Kebangsaan Singapura

Lagu kebangsaan adalah lagu kebanggaan bagi setiap negara yang memilikinya. Bahkan jika dinyanyikan dengan hikmat, tak jarang ada orang yang meneteskan air mata karena memiliki makna dan arti yang dalam, oleh sebab itu menyanyikannya tidak boleh main-main apalagi mengubah-ubah lirik lagunya.

Setiap negara pastinya memiliki lagu kebangsaan dan lagu kebangsaan itu adalah suatu hal yang penting bagi setiap negara, namun berbeda dengan negara Spanyol, negara yang satu ini memang memiliki lagu kebangsaan akan tetapi lagunya tidak memiliki lirik alias hanya lantunan musik saja.

Bisa kita lihat diperhelatan akbar yang diadakan oleh beberapa negara, misalnya dalam Olimpiade, jika semua lagu kebangsaan diputar dengan lirik. Namun negara yang satu ini hanya sebuah musik saja, unik bukan? Nah, nggak cuma Spanyol aja yang memiliki lagu kebangsaan yang unik, negara Yunani dan Jepang juga sama kok. Jika Spanyol tidak memiliki lirik lagu, nah kalau lagu kebangsaan Yunani memiliki lirik terpanjang diantara lagu-lagu kebangsaan lainnya, bahkan jumlah baitnya bisa mencapai 158 bait, wedeww kapan habisnya tuh lagu?

Bicarai soal lagu kebangsaan, pasti ada penciptanya dong. Yang anehnya ternyata lagu kebangsaan dari negara Singapura diciptaain oleh orang Indonesia lho dan mungkin kalian banyak yang nggak mengetahuinya. Lalu, kira-kira seperti apa lirik lagunya dan siapa sih orang Indonesia yang nyiptaain lagu kebangsaan Singapura ya?

Sejarah Singkat Lagu Kebangsaan Singapura

Negara yang memiliki luas wilayah 719.1 km² ini juga sama dengan negara-negara pada umumnya yang memiliki lagu kebangsaan. Lagu kebangsaan dari negara ini berjudul “Majulah Singapura“. Uniknya lagu ini diciptakan oleh putra asli Indonesia bernama Zubir Said. Awalnya lagu ini diciptakan pada tahun 1958 sebagai lagu untuk Dewan Kota Singapura. Lagu ini terpilih sebagai lagu kebangsaan Singapura pada tahun 1959 ketika pemerintahan sendiri mulai berjalan. Kemudian pada tahun 1965 lagu “Majulah Singapura” ini diresmikan menjadi lagu kebangsaan Singapura.

Secara hukum, lagu ini hanya boleh dinyanyikan dalam lirik Melayu-nya. Aransemen lagu ini awalnya menggunakan kunci G mayor. Namun pada tahun 2011, lagu kebangsaan Singapura ini secara resmi dikumandangkan dengan kunci F mayor untuk mendapat aransemen yang lebih megah dan mengilhami. Jika kebanyakan lagu kebangsaan dinyanyikan pada saat upacara di sekolah-sekolah dan kamp angkatan bersenjata, namun orang Singapura diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan mereka pada perayaan nasional seperti Parade Hari Nasional.

Lirik Lagu Majulah Singapura

Meski bahasa resmi negara ini adalah bahasa Inggris, akan tetapi bahasa nasional tetaplah bahasa Melayu. Bahkan di lagu kebangsaan mereka saja menggunakan bahas Melayu, bahkan bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa keseharian oleh sebagian masyarakat. Meski begitu, ternyata tak banyak yang paham dengan bahasa Melayu di Singapura dan pemahaman bahasa Inggris cukup diperlukan. Saat ini mereka sudah meninggalkan budaya aslinya dan lebih lebih condong ke China dan ke Barat.

Namun meski masyoritas warganya menggunakan bahasa Ingris, akan tetapi saat menyanyikan lagu kebangsaan mereka tetap menggunakan bahasa Melayu kok dan nggak boleh diubah lho! Seperti pada saat SEA Games 2015, sebagai tuan rumah Singapura menyanyikan lagu kebangsaan mereka dengan khimat.

Lirik lagunya membangkitkan semangat Singapura untuk terus maju dan bersatu untuk cita-cita mulia.

“Majulah Singapura”

Mari kita rakyat Singapura
Sama-sama menuju bahagia
Cita-cita kita yang mulia
Berjaya Singapura
Marilah kita bersatu
Dengan semangat yang baru
Semua kita berseru
Majulah Singapura
Majulah Singapura
Marilah kita bersatu
Dengan semangat yang baru
Dengan semangat yang baru
Semua kita berseru
Majulah Singapura
Majulah Singapura

Mengenal Sosok Zubir Said

Mungkin belum banyak yang mengetahui sosok pria ini, termasuk anak-anak zaman sekarang. Nah, meski menciptakan lagu kebangsaan Singapura, ternyata lelaki ini adalah kebangsaan asli Indonesia lho. Beliau adalah Zubir Said, yang lahir pada 22 Juli 1907 di Fort de Kock atau sekarang dikenal dengan Bukittinggi dan meninggal di Singapura, 16 November1987 pada umur 80 tahun. Terlahir sebagai anak pertama dari 9 bersaudara, ternyata Zubir sudah ditinggalkan sang ibunda dari usia 7 tahun. Ayahnya bernama Mohamad Said bin Sanang.

Zubir yang memiliki ketertarikan dengan dunia musik dari sejak kecil ini bisa mengusai berbagai alat musik, mulai dari suling, gitar, drum dan alat musik lainnya secara otodidak. Bahkan karena kepiawaiannya memainkan alat musik, dirinya sampai dijuluki sebagai komponis dengan “Jiwa Melayu Sejati”.

Sebelum merantau ke Singapura, ternyata dulunya ia pernah bersekolah di Belanda. Namun karena kecintaanya terhadap musik ia memilih untuk keluar dari Belanda, meski keputusan tersebut ditentang oleh ayahnya. Kemudian pada saat berada di Singapura, Zubir bekerja sesuai dengan yang ia inginkan yakni menjadi seoranmg musisi dan bergabung dengan Grup Bangsawan, sebuah grup opera di mana para pemainnya berasal dari Melayu.

Kemudian di tahun 1936 ia memutuskan untuk bekerja di perusahanan rekaman His Master’s Voice. Di perusahaan inilah ia menemukan wanita pujaan hatinya, yakni seorang penyanyi keroncong, Tarminah Kario Wikromo, yang kemudian dinikahinya pada tahun 1938.

Sebelum perang Dunia Ke II pada tahun 1941. Ia dan istrinyapun pulang ke Bukittinggi, namun pada tahun 1947 ia kembali lagi ke Singapura dan bekerja sebagai fotografer untuk surat kabar utusan Melayu. Di tahun 1949, ia menjabat sebagai pemimpin perusahaan Shaw Brothers Malay Film Production. Tiga tahun berjalan, iapun merubah haluan menjadi seorang pengarang musik di salah satu perusahan penerbit film melayu, Cathay Keris dan menjadi penulis lagu di film-film Melayu. Empat tahun berselang, barulah karya musiknya dipentaskan secara terbuka di Teater Victoria, Singapura. Setahun kemudian, seorang Dewan Kota Singapura menetapkan salah satu komposisi Zubir sebagai lagu resmi Singapura, yang kemudian ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Singapura, berjudul “Majulah Singapura”.

Tak hanya menciptakan lagu kebangsaan Singapura, ternyata beliau juga menciptakan lagu resmi Hari Anak Singapura “Semoga Bahagia”. Selain itu ia juga dipercaya untuk menggubah lebih kurang 1.000 buah lagu.

Nah, itulah beberapa cerita mengenai lagu kebangsaan Singapura yang ternyata diciptakan orang Indonesia. Duh, jadi makin bangga nih sama bangsa kita. Ternyata  karya anak bangsa kita dipakai dan bahkan dijadikan sebagai lagu kebangsaan lagi.