Kisah Menyeramkan Dibalik Lagu Natal Yang Populer

Dari Halloween sampai setelah tahun baru, lagu-lagu Natal tampaknya tetap selalu ada di setiap toko dan radio di Amerika bahkan di seluruh dunia. Banyak orang yang menganggap lagu Natal adalah sebuah kegembiraan ketika memasuki musim liburan, bahkan beberapa lagu Natal ada yang menjadi sangat populer.

Akan tetapi, bagaimana kalau ternyata lagu-lagu Natal itu ternyata memiliki asal-usul yang menyeramkan?  Pastinya ini akan membuat kalian menjadi tidak percaya kan. Berikut adalah beberapa lagu Natal yang ternyata memiliki kisah yang cukup menyeramkan, mulai dari kisah tentang penyembelihan anak-anak tidak bersalah dan masih banyak kisah-kisah lainnya. .

Coventry Carol’

“Coventry Carol” membuktikan bahwa tidak semua lagu-lagu Natal memiliki kisah yang lucu. Nah, untuk lagu yang satu ini kita akan kembali ke zaman pra-modern Inggris, dimana para penduduk desanya masih melakukan “mystery plays” atau pengulangan peran dari cerita-cerita Alkitab yang populer.

Beberapa drama yang paling umum mereka lakukan adalah Fall of Man, the Building of the Ark, dan tentu saja the Nativity. “Coventry Carol” berasal dari sebuah drama yang terjadi setelah kelahiran Kristus, di kota Betlehem.

Pemeragaan dari drama ini digambarkan dengan pembantaian yang tidak bersalah, yaitu ketika Raja Herodes memerintahkan pembantaian bayi laki-laki di kota dalam upaya untuk menyingkirkan Mesias.

Jadi lagu ini pada dasarnya adalah sebuah lagu yang bertema kematian, dimana para ibu anak-anak yang dibunuh bernyanyi untuk yang terakhir kalinya. Jadi ” Mystery plays” itu dimaksudkan untuk membantu populasi sebagian besar buta huruf  untuk menghafal cerita-cerita dari Alkitab mereka. Lagu “Coventry Carol” masih menjadi salah satu yang paling sering dinyanyikan sebagai lagu-lagu Natal. Bahkan popularitas dari lagu ini sampai pada ke zaman modren.

Down In Yon Forest

Dengan lirik lagu yang ceria yang menceritakan tentang seorang kestria yang mengalami  pendarahan dan penjahat mengobati lukanya. Membuat lagu “Down In You Forest” kurang dikenal sebagai lagu Natal.

Tapi lagu tersebut memang sudah ada sejak abad ke-15 dan sama sekali tidak ada mengandung unsur Natal. Banyak para ahli berpikir bahwa asal dari lagu ini merujuk kepada legenda Holy Grail dan pendarahan dari luka-luka ini berasal dari kayu salib Yesus.”Ruang” dalam lirik diduga adalah Kastil Grail, di mana darah Kristus dikumpulkan dan kesatria yang mengalami pendarahan dalam lagu tersebut adalah  Yesus sendiri.

Orang lain berpikiran bahwa ksatria yang ada dalam lagu tersebut adalah karakter yang disebut sebagai “King Fisher” dalam legenda Raja Arthur. Dalam legenda Arthurian, Fisher adalah raja yang terakhir dari garis panjang keturunan yang diberi perintah untuk melindungi Holy Grail. Menurut mitos, King Fisher  terluka karena harus melindungi Holly Grail.

Apapun masalahnya, dengan adanya konsep tentang sesuatu yang berdarah akan membuat lagu ini seperti menghantui dan dijamin kalian pasti kalian akan menggigil mendengarkannya.

I Wonder As I Wander’

John Jacob Niles adalah seorang komposer dari lagu “I Wonder As I Wander,” Ia mencoba untuk membuat suara yang ceria pada lagu tersebut, tapi itu sebenarnya cukup menyeramkan. Pada tahun 1933, pada puncak depresi besar, Niles sedang berjalan di sekitar kota Appalachian di North Carolina ketika itu ia berlari ke dalam keluarga miskin yang hendak diusir dari kota.

Saat ibu dan ayah anak itu pergi untuk mencari uang, putri mereka dengan tampilan “kusut, kotor” keluar dan mulai bernyanyi tiga baris dari sebuah lagu. Niles membujuknya untuk menyanyikan keseluruhan dari lagu tersebut, tapi dia hanya terus bernyanyi tiga baris yang sama dan menyanyikannya berulang-ulang. Setelah tiga kali mencoba, Niles kemudian mengambil melodi dan menggunakannya untuk menulis lagu tentang kelahiran Yesus.

“Silent Night”

Gencatan Senjata Natal di tahun 1914 adalah salah satu kisah yang paling menawan dari Perang Dunia I. Pada 24 Desember tahun itu, terjadi gencatan senjata spontan di Western Front. Dipicu oleh Jerman (yang menang pada saat itu), para serdadu kemudian meletakkan senjata mereka selama 1 malam, bermain sepak bola dan menyanyikan lagu-lagu natal. Dikisahkan, tentara Jerman dan Inggris bergiliran menyanyikan “Silent Night” dalam bahasa asli mereka di parit.

O Holy Night”

“O Holy Night”  juga dinyanyikan pada saat gencatan senjata Natal selama Perang Perancis-Prusia. Tidak seperti “Silent Night,” lagu “O Holy Night” ternyata mengundang kontroversi. Lagu ini dilarang di Perancis ketika diketahui bahwa lagu ini ditulis oleh seorang Yahudi (Adolphe Adams) dan seorang ateis sosialis (Placide Cappeau).

Namun, lagu itu tetap populer di kalangan orang-orang dan pada malam Natal 1871, seorang tentara Perancis dikisahkan telah menyanyikan lagu ini keras-keras dari medan perang dan Jerman menanggapinya dengan lagu dari Martin Luther. Peperangan pun terhenti selama 24 jam.

“White Christmas”

“White Christmas” adalah lagu Natal yang paling populer sepanjang masa. Banyak yang menyebut kesuksesan lagu ini adalah berkat bagian awal pembuka yang bernuansa melankolis nostalgia. terutama bagi para tentara yang jauh dari rumah. Tapi, ternyata sebenarnya lagu ini punya ayat awal yang nggak pernah kita dengar sebelumnya.

The sun is shining, the grass is green,
The orange and palm trees sway.
There’s never been such a day
in Beverly Hills, L.A.
But it’s December the twenty-fourth,—
And I am longing to be up North

Bing Crosby membuang ayat awal ini dalam versinya, yang masih dianggap sebagai single terlaris terbaik sepanjang masa yang terjual lebih dari 50 juta kopi.

Nah, itu dia beberapa lagu Natal yang ternyata memiliki kisah yang cukup menyeramkan. Meskipun seperti itu, nyanyian lagu Natal tetaplah untuk mengenang Yesus.